= Haleluya =

15 Mar 2008

Kata haleluyah biasanya orang menerjemahkan puji TUHAN. Rekan saya bercerita bahwa dirinya baru tahu tentang arti kata itu dari seseorang. Katanya, Itu berarti puji TUHAN. Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 1974 yang dicetak ulang ke-61 pada tahun lalu juga menerjemahkannya puji TUHAN. Apa sebenarnya arti kata itu?

Dalam tulisan aslinya, yaitu Ibrani, kata haleluyah terdiri dari dua kata: halelu dan yah. Kata yah menunjuk kepada YHWH atau TUHAN. Sedangkan kata halelu berasal dari akar kata yang terdiri dari dua huruf he dan lamed. Huruf he pada awalnya adalah gambar seorang laki-laki dengan tangan ke atas melihat ke arah suatu penglihatan yang menakjubkan. Sedangkan huruf lamed pada mulanya gambar sebuah tongkat gembala. Tongkat dipakai sang gembala untuk menggerakkan kawanan binatang ke suatu arah. Dengan demikian penggabungan dua huruf he dan lamed itu berarti melihat ke arah.

Apa maksudnya melihat ke arah? Orang-orang pada zaman kuno biasa melakukan perjalanan, sebagaimana orang-orang zaman sekarang. Pada masa sekarang ada kompas, tapi dahulu kompas belum ada. Mereka menggunakan bintang utara (karena letaknya di atas kutub utara) sebagai pemandu. Bintang itu berbeda dengan bintang yang lain. Bintang lain terus beredar karena rotasi bumi. Bintang utara terus berada di tempatnya dan menjadi titik pusat dari gerakan bintang-bintang yang lain. Karenanya, bintang itu bisa menjadi penentu arah bagi manusia.

Dengan demikian apa arti kata haleluyah? Uraian di atas menjelaskan bahwa kata yah menunjuk Yahweh atau TUHAN, dan kata halelu berarti melihat ke arah. Jadi arti kata haleluyah berarti melihat ke arah TUHAN.

Pengalaman Israel

Mazmur 106 mengisahkan TUHAN itu setia, sedangkan umat Israel seringkali tidak mau melihat ke arah Tuhan yang setia itu. Jika bangsa itu melihat ke arah TUHAN, maka mereka tidak akan berbuat dosa, sekalipun mengalami krisis yang berat. Dosa-dosa Israel yang dipaparkan dalam pasal itu mestinya tidak perlu terjadi: nafsu (ay 14), kecemburuan (ay 16-18), menolak negeri yang dijanjikan Allah (ay 24), bersungut-sungut (ay 32-33), dan menajiskan diri dengan berhala-berhala (ay 19-20, 36-39).

Tetapi karena bangsa itu tidak melihat ke arah TUHAN, maka pada saat menghadapi laut Teberau sementara tentara Firaun dekat di belakangnya, mereka takut dan berbuat dosa (Mz 106:6-7; bdk. Kel.14:10-12). Musa berbicara kepada mereka, supaya bangsa Israel melihat keselamatan dari TUHAN (bdk. Kel 14:13). Israel rupanya mendengar perkataan Musa. Penulis Ibrani memberi kesaksian bahwa karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering (Ibr. 11:29).

Implikasi

Makna kata haleluyah telah jelas, yakni melihat ke arah TUHAN. Pertanyaannya: apakah kita sebagai anak-anak Tuhan telah melihat ke arahNya dalam menyusuri perjalanan hidup kita? Sebagaimana jalan itu banyak persimpangan, demikian juga jalan hidup manusia. Jika kita tidak tahu arah, maka kita akan tersesat.

Penulis kitab Ibrani menasihati kita agar pandangan kita tertuju kepada Yesus. Sebab, Yesuslah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir (Ibrani 12:2, IBIS)

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dengan judul Gali Kata Alkitab edisi 2, Rabu 12 Maret 2008 dari nomor 085294397157)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive