= Yesus =

23 Mar 2008

Dalam bahasa Ibrani nama Yesus dilafalkan Yeshua. Kata Yeshua itu berasal dari akar kata dengan penggabungan dua huruf Ibrani shin dan ayin. Orang Ibrani biasa berfikir kongkret, tidak seperti orang Yunani yang berpikir abstrak. Dua huruf tersebut dan semua huruf lain dalam tulisan Ibrani, pada awalnya suatu gambar yang kongkret untuk membawakan ide-ide tertentu. Satu gambar bisa membawakan beberapa ide. Huruf shin dalam piktograf (huruf gambar) Ibrani Kuno merupakan sebuah gambar dua gigi depan-atas yang dimiliki manusia. Gambar ini di antaranya membawakan ide penghancur, sebagaimana fungsi gigi pada manusia adalah untuk menghancurkan makanan sebelum ditelan.

Sedangkan huruf ayin pada awalnya adalah sebuah gambar mata, yang membawakan ide melihat atau mengamati, memperhatikan secara seksama, sebagaimana fungsi mata untuk melihat atau mengamati. Gabungan dua huruf shin dan ayin tersebut dapat berarti penghancur mengamati. Dengan demikian nama Yesus dari akar kata bahasa Ibrani yang ditinjau dari huruf-huruf Ibrani Kuno berarti penghancur mengamati.

Apa maksud penghancur mengamati? Ide di balik gambar-gambar yang dipakai dalam tulisan orang Ibrani Kuno berkembang dari pengamatan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan mereka dekat dengan pekerjaan gembala. Seorang gembala mengetahui sungguh-sungguh tugasnya, yaitu memberi makan dengan membawa hewan-hewan gembalaan ke padang rumput dan melindungi mereka dari serangan musuh. Sang gembala dengan seksama mengamati atau memperhatikan mereka. Dia mengawasi sekeliling wilayah di tempat hewan gembalaannya berada. Tujuannya, dia mencari tahu apakah ada binatang buas yang sedang mengancam hewan yang digembalakannya. Jika ada binatang pemangsa yang menyerang mereka, maka sang gembala akan mengejar, menghajar, dan melepaskan domba itu dari mulut, bahkan membunuh binatang buas itu. Daud pernah mengalami hal seperti ini ketika dia menjadi penggembala kambing domba (bdk. perkataan Daud di depan Saul dalam 1 Samuel 17:34-35).

Pernyataan Perjanjian Baru

Tuhan Yesus memiliki karakter seorang gembala yang digambarkan di atas. Ia memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya. Ia sendiri mengatakan dengan jelas dalam Yohanes 10:11-12.

11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; 12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Peran penghancur juga sangat jelas pada diri Tuhan Yesus. Dia tidak menghancurkan orang-orang Yahudi yang memusuhiNya. Dia juga tidak menghancurkan orang-orang yang tidak percaya kepadaNya. Peran Tuhan Yesus sebagai penghancur tidak lain hanyalah untuk menghancurkan iblis. Yohanes murid Tuhan Yesus member kesaksian, bahwa oleh darah Yesus, iblis dikalahkan (Wahyu 12:11).

Implikasi

Orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus, telah memiliki gembala yang baik. Tuhan Yesus terus-menerus mengamati dan membebaskan kita dari musuh, yaitu iblis. Bahkan, Dia telah bertindak sebagai penghancur terhadap musuh itu. Karena itu jangan cemas, jika kita sudah memiliki Yesus. Sebab, ada sang penghancur musuh yang mengamati kita.

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dengan judul “Gali Kata Alkitab” edisi 3, Rabu 19 Maret 2008 dari nomor 085294397157)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive