=Bapak=

6 Apr 2008

Bapak

Kata bapak, bapa, ayah diterjemahkan dari bahasa Ibrani ab (ayin-qames-bet). Kata ab dalam bahasa Aram Abba. Sedangkan kata ab itu sendiri memiiliki berbagai arti di samping bapak, yakni kakek, nenek moyang suku bangsa, pemula, pendiri suatu kelompok, dan sebagainya.

Pada awalnya kata ab hanya terdiri dari dua huruf konsonan alef dan bet. Huruf alef dalam piktograf Ibrani kuno adalah gambar kepala sapi jantan, yang melambangkan kekuatan. Sedangkan huruf bet adalah gambar denah ruangan tenda, yang bagi orang Ibrani kuno di antaranya mewakili ide rumah atau keluarga. Gabungan dua huruf mati tersebut berarti kekuatan keluarga.

Bapak adalah kekuatan keluarga. Sebagaimana tiang adalah kerangka untuk menyangga tenda, demikian halnya bapak adalah kekuatan yang menyangga keluarga. Jika tiang itu runtuh, maka runtuhlah tenda itu. Begitu pula, jika bapak tidak dapat memerankan fungsinya secara baik, maka runtuhlah keluarga itu. Itulah konsep orang Ibrani mengenai bapak.

Pada zaman lampau , fungsi bapak sangat menonjol dalam beberapa hal. Dia sebagai pemimpin pasukan keluarga. Bapak sebagai penyedia keturunan untuk melanjutkan garis keluarga, sebagaimana Yakob sebagai Bapak Israel . Dia juga mengajar Firman Tuhan kepada anggota keluarga dan menjadi imam dalam keluarganya. Jadi fungsi bapak tidak hanya sebagai penopang kekuatan fisik dan keberlangsungan keturunan secara jasmaniah, tapi juga sebagai pendukung kekuatan rohani keluarga.

Pada zaman Perjanjian Lama, kata bapak tidak hanya dikenakan kepada manusia. Nama YHWH (LAI: TUHAN) disebut Bapa bagi umat Israel . Setidaknya beberapa ayat Alkitab menjelaskan hal ini: Mazmur 68:5(6), Yesaya 63:16; 64:8, dan Ulangan 32:6. Bahkan, nabi Yesaya secara propetis juga menunjuk Tuhan Yesus disebut orang bapa yang kekal (bdk. Yesaya 9:6 (5)). Pada zaman Perjanjian Baru Rasul Paulus menegaskan bahwa Allah (terjemahan LAI) adalah Bapa bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (bdk. Roma 8:15 dan Galatia 4:6).

Implikasi

Peran bapak dalam keluarga sangat penting. Dia adalah kekuatan keluarga. Bagi para suami, kita adalah penopang keluarga yang tidak hanya secara fisik-jasmani, tetapi juga secara rohani. Bagi para istri, biarkan suami memerankan fungsinya sebagai kekuatan keluarga, dan jika memerlukan, tolonglah dia sebagaimana peran istri sebagai penolong suami. Bagi para kaum wanita muda yang belum menikah, pilih dan doakan calon pasangan hidup yang bisa melakukan perannya sebagai bapak. Bagi pria muda, bersiaplah sebagai bapak yang berfungsi sebagai kekuatan keluarga.

Peran bapak jasmani di dalam keluarga, dalam kenyataannya memang tidak sempurna. Manusia manakah yang ideal atau sempurna? Tetapi, penghiburan besar telah dimiliki orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Oleh Roh Tuhan Yesus, kita, anak-anak Allah itu, memiliki Bapa yang sempurna, yaitu Allah. Jika Allah adalah Bapa kita, maka kekuatan keluarga kita harus kita letakkan pada Allah.

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel dengan judul “Bapak” yang dimuat dalam Pelayanan via SMS “Gali Kata Alkitab” edisi ke-4, Rabu 26 Maret 2008 dari nomor 085294397157. Berbagai sumber dipakai sebagai acuan untuk tulisan ini)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive